Jagalah Kemurnian Aqidah Salaf Dengan Menjauhi Perdebatan

Jagalah Kemurnian Aqidah Salaf Dengan Menjauhi Perdebatan

Diantara alasan kokohnya aqidah para salaf adalah mereka merasa sangat yakin dengan aqidah salaf dan menjauhi perdebatan.

Ahlus Sunnah wal Jama’ah memiliki keyakinan yang sangat kuat terhadap agama dan aqidah mereka sehingga tidak butuh menawarkannya pada pendapat dan logika orang lain. Lain halnya dengan ahli bid’ah, mereka berpindah-pindah dari suatu keyakinan menuju keyakinan lainnya karena mereka selalu dibayangi oleh keraguan dan kerancuan. Allah berfirman:

وَلَمَّا ضُرِبَ ٱبۡنُ مَرۡيَمَ مَثَلًا إِذَا قَوۡمُكَ مِنۡهُ يَصِدُّونَ ٥

Dan tatkala putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya. (QS. az-Zukhruf [43]: 57)

Umar bin Abdul Aziz berkata, “Barangsiapa menjadikan agamanya sebagai bahan perdebatan maka dia akan sering berpindah-pindah pendapat.” (Al Ibanah, Ibnu Bathah 2/503)

Suatu saat, ada seorang berkata kepada Imam Malik, “Wahai Abu Abdillah, dengarkanlah aku, saya akan berdialog dan berdebat denganmu jika engkau kalah maka engkau ikuti pendapatku.” Kata Imam Malik, “Bagaimana jika ada orang lain yang mendebat kita lalu dia mengalahkan kita?” Orang tersebut menjawab, “Ya kita ikuti dia.” Serentak Imam Malik mengatakan, “Wahai Abdullah, sesungguhnya Allah mengutus Muhammad dengan satu agama, namun mengapa saya melihat dirimu berpindah-pindah dari agama menuju agama lainnya.” Beliau juga mengatakan, “Apakah setiap kali datang seorang yang lebih lihai berbicara, lalu kita tinggalkan apa yang dibawa oleh Jibril kepada Muhammad?!! (Al Ibanah 2/507-508)

Pernah juga ada seorang datang kepada Imam Hasan al-Bashri seraya mengatakan, “Wahai Abu Sa’id, marilah kita berdebat tentang agama.” Maka Hasan menjawab, “Saya telah yakin dengan agama saya, jika memang kamu kehilangan agamamu maka pergi dan carilah.” (Al Ibanah 2/509)

Nukilan-nukilan atsar di atas menunjukkan kokohnya mereka dalam beragama dan tidak butuh kepada perdebatan dan dialog untuk mencari pemikiran dan pendapat lainnya yang menyimpang.

Semoga Allah menetapkan kita di atas aqidah salaf hingga akhir hayat kita.

*Diringkas dari Tsabatu Aqidatis Salaf karya Syeikh Abdur Razzaq Al Badr.

Baca Juga Artikel Terbaru

Leave a Comment